Triple "I" (ifta,ima,icut)

Pertama di post ini aku ingin mengucapkan
Selamat menunaikan ibadah puasa temaaan
semoga lancar ibadahnya yaa. Waaaah aku memang telat banget ucapinnya.Maafin aku ya atas banyak kesalahan :)
Atmosfir kalau lagi bulan ramadhan gini emang beda. Lebih gimanaaaaaaaa gitu? iya gak? hehe.
Di bulan Ramadhan kali ini sahabatku dari Aceh berkunjung ke Jakarta. Namanya Cut Putri Riska. 5 tahun kita baru ketemu lagi sekarang. Dia ngabarin aku kalau sekarang dia sedang berkunjung ke Jakarta. Dan ketemuanlah kita. SENEEEEEEEEENG. KENGEEEEEEN. Kita gk cuma berdua tapi juga dengan Imaa sahabatku juga yang cerewet. #hee peace ma.

Kita buka puasa bersama,ngobrolngobrol,jalanjalan pokonya melepas rindu. Quality time with them. Seneng bisa bersama 2 orang yang istimewa buatku. Apalagi aku dan ima uda lama banget gak bertemu dengan Icut. niiih dia foto mereka

Di fotobox ini aku kepotong. icutnya bergerak jadi agk burem. Ima yang berbaju merah muda, icut yang di tengah :). That was so much fun. hee. Oia sebenernya pertemuan ini sempet batal 2 kali karena pnya acra masing2. Dan alhamdullah terlaksana. Kita punya gelang yang sama bertiga dan beli kalung yg samaan juga sebagi kenangan. Tanggal 13 Agustus nanti Icut sdh balik lagi k Aceh. Mudahmudahan Icut bisa ke Jakarta lagi nanti liburannya. Aku dan Ima pasti menunggu. i will miss you dear :)


(。◕‿◕。) iftaaa

Statistika VS Informatika

Masih binguung penjurusan pilih apaa. statistik kah? informatik kah?
GALAUUUUU (˘~˘`)

Be Grateful

Terkadang kita lupa bersyukur. Sekalipun untuk hal sesederhana bernapas, misalnya. Banyak dari kita berpikir hal-hal rumit dan terlampau hebat. Sehingga sering lupa tentang sesuatu yang penting seperti bersyukur.

Menjelang malam ini, sebenarnya aku lagi gelisah tentang sesuatu, yang kemudian membawaku untuk ingat bahwa aku harus tetap bersyukur.

Begini, ada sebuah pertanyaan yang meresahkan.

Pernah nggak berniat baik tapi disalah artikan?

Pasti di antaranya ada yang jawab pernah. Terus, gimana rasanya? Mungkin jawabannya akan lebih beragam. Well, berniat baik itu akan selalu baik, hanya saja masih memiliki kemungkinan untuk diterima tidak baik.

Salah satu kasusnya adalah kita dalam keadaan sulit (entah lagi mendapat bencana, masalah, atau sejenisnya) tapi ternyata ada oranglain yang sedang mengalami keadaan yang jauh lebih sulit dari kita. Lalu apa yang harus dilakukan?

Aku sendiri memilih untuk membantu orang tersebut. Karena bagaimanapun, aku tidak pernah takut Allah akan semakin mempersulit hidupku, sekalipun aku dalam keadaan sulit. Terlebih jika orang yang kubantu ini berurusan dengan nyawa. Siapa yang tega? Aku yakin teman-teman pun akan melakukan hal yang sama.

Kemudian permasalahannya adalah, pada saat kita membantu orang tersebut, di waktu yang sama ternyata kita memiliki janji yang sepertinya harus dibatalkan. Mungkin pihak yang memiliki akan kecewa berat atau bahkan marah. Lalu apa?

Cara yang paling logis adalah menjelaskan dan minta maaf.

Terus ditolak? Itu nggak masalah. Karena lebih masalah kalau tadi kita batal membantu orang lain yang dalam kesulitan. Pasti batin yang nggak akan lega.

Kembali aku bersyukur, karena Allah masih berikan aku nyawa dan bisa membantu orang lain. Semoga petikan cerita malam ini mampu memberikan ‘nyawa’ baru untuk hati kita semua ya.


(。◕‿◕。) iftaaa